senandung perempuan intelektual

  • discursus
  • discursus
  • genius world
  • genius world

Minggu, 10 April 2011

Three word Theory

Three word Theory

Tak kuasa membendung rasa
Yang kian memaksa
Mencabik-cabik hari
Dan tak bisa lagi berlari
Rasa ini merasuk hati
Hingga membuat rindu setengah mati

Telah habis literature dan teori
Namun tak sanggup melawan rasa
Adakah teori tentang rasa.?
Rupanya para pujangga telah pasra
Dan terbawa dengan rasa
Para ilmuwan terkapar menyerah
Membendung rasa

Mungkin hanya kata
Berkuasa membantu rasa
Meski lidah kaku berkata
Tapi rasa itu selalu memaksa
Hingga mengalah pada rasa
Dan berkata tentang tiga kata
I LOVE U
Mungkin Ini teori tiga kata


“Hahahahahhahaahhaha ini teori terbodoh yang pernah ada, masa teori namanya tiga kata……ngawur”celoteh Afdal yang membaca teori di blog salah seorang temannya di dunia maya. Dia seperti orang gila yang tertawa sendiri menatap monitor laptopnya, sampai tak sadarkan diri kalau sekarang dia di kampus dan orang-orang pada lihatin dia.
“Al temanku yang kutu buku dan suka berteori ada apa gerangan yang menimpa dirimu hingga engkau tertawa sendiri, apakah dikau sudah diterima oleh Eny” ganggu Adino teman Afdal yang raja jail di kampus.
“Hussss edan ngwur ente, ana sudah bilang ana tidak full in love ma Eny, jadi orang sukanya gangguin saja”
“suuuuuuuuuuuuuuuuuuudaH ente tak usah bohong semua orang sudah tahu ente naksir dia, Eny sendiri pun sudah tahu, kita kan sama-sama mahasiswa ilmu komunikasi, so kita juga sudah diajarkan tentang bahasa nonverbal alaias body language. Ana jujur ni yah bahasa tubuh ente sangat bercerita kalau ente emang ada rasa ke Eny”
“Sotoy ente ni !!!!”
“tak usah di pungkiri kawan, wajar ente jatuh cinta, masa ente mau kawin sama buku, apa kata dunia,,,jadi orang jangan INtroveret tidak berwaran hidup ini, lihat tuh si Wendy punya banyak pacar makanya dia awet muda, ana tak mungkinkan terangkan ke ente tentang teori Johary Windows, ente pasti lebih tahu lah, ente jangan hanya menetap di daerah tertutup cobalah sekali-kali ke daerah terbuka”
“Adino. .!!! jangan ajarkan ikan berenang, ana ngamuk ni”
“Upsss. .sorry kawan ana hanya kasian sama ente yang selalu memendam rasa, tapi jujur nih ana mendukung ente dengan Eny, dia tipekal yang menarik dan unik, cocok dengan ente kawan”
“sudah,sudah. . .mahasiswa ko bahas cewe trus. Tadi ana tertawa karena lihat teori yang di tulis sama Risno teman ana yang genius itu, dia kuliahnya di Frankfut Jerman, masa dia tulis di blognya ada teori tiga kata, and then teori itu tentang cinta lagi malah pake puisi cinta segalah, mungkin si Risno tuh sudah rusak sel otaknya terkena virus cinta ”
“wajar dong kalau dia jatuh cinta, dia kan normal, tidak kaya ente payah, mau nembak cewe aja susahnya minta ampuuuuuuuuuuun, ingat kata Gus Dur gitu aja kok repot”
“Kuperet enta, bahlul, husss. . pergi sana rusak mood orang saja”
Sambil mengankat sepatunya hendak melempar Adino, Adino pun lari kocar-kacir menjauh.
                                                                 ****       
      Sang surya semakin bergairah memuntahkan panasnya yang kian membara, penduduk bumi seakan di kukus dalam oven raksasa berderajat higt, sementara itu kampus masih ramai dan di sana sini sibuk dengan berbagai aktivitas, ada yang makan, ada yang becakap-cakap dari soal gossip seputar selebriti samapai liga spanoyol,dan liga lainnya sedangkan sebagiannya lagi terlarut dalam dunia maya, Kampus dengan fasilitas wi-max gratis membuat para mahasiswa dengan mudah mengakses internet.
            Seperti juga Afdal yang sibuk melancong di cyber space, kali ini dia makin bersemangat membaca blog temannya yang tadi habis-habisan dia kritik. Mungkin karena dia merasa ada benarnya juga, apa yang di tulis Risno itu.

THREE WORD THEORY
(Teori Tiga Kata)
Jatuh cinta adalah hal terindah dalam hidup manusia, alam semesta seakan berkonspirasi mempertautkan dua insane, dan saat mata bertemu mata di sertai jantung berpacu kencang,  sebesit senyum pun terbit di ujung bibir saat sometime yang terjadi tak kurang dari lima detik itu, namun rasanya lima detik itu berakar dan berdarah daging dalam relung hati.
Dan kala bumi di selimuti jubah malam yang pekat, di pembaringan memori lima detik tadi siang seakan menari-nari di pikiran, terbayang senyum manisnya yang mempesona, menawarkan sejutah keteduhan tiada tara. “sumpah dia benar-benar mengikatku dengan pesonannya, mungkinkah dia akan emnjadi milik ku ???”. kata itu pasti bertengker dalam hati orang-orang yang jatuh cinta.
Selanjutnya wajah orang yang di taksir itu akan tertera dimana saja dan kapan saja mengusik hati, bahkan dia akan merasuk dan berperan dalam filim mimpi anda. Sesegera mungkin anda akan menjadi seorang detective dadakan yang mencari tahui siapa namanya beserta latar belakang orang itu  yang telah berhasil membombardir hati anda.
Yah. .itulah orang yang terkenah pana asmara sang dewi Amour, anda telah jatuh cinta, hidup seolah berbunga-bunga menebar harum ke saegala penjuru, dari pandangan pertama itu akan berlanjut menjadi hubungan special, sedangkan sebagian lainnya hanya sebatas pandangan pertama yang indah saja, dengan berbagai factor benih-benih cinta itu tak sempat tumbuh, karena sang petani cinta tak mau menyemai dan menanamnya, dia selalu urung untuk memelihara dan menjaga bibit yang telah di anugeragkan oleh Tuhan itu.
Katakanlah cinta kepadanya, biarkan dia turut merasakan apa yang anda rasakan, karena cinta bukan hanya teori tapi juga butuh praktek, dan memang tidak ada teori dalam cinta, cinta itu bagai hokum Newton III aksi reaksi, lakukanlah aksi biarkan dia beraksi, namun cinta juga tidak semudah hokum grafitasi bumi, dimana benda yang di lemparkan keatas selalu jatuh kebawa, cinta itu rumit dan memusingkan, sekaligus indah dan menyenagkan.


      Bait perbait Afdal membacanya dengan penuh penghayatan mendalam, tiap kata seolah mengiringnya dalam pengadilan cinta, dia seperti terdakwa yang melakukan kesalahan besar, dia semakin terpuruk. Kata-kata Adino kembali terniang di ingatannya,  Bingun bercampur gelora membara.
 “apa yang harus aku lakukan. . ???” Afdal membatin.
****

      Semuanaya seakan terkonspirasi, sejurus kemudian matanya tertujuh pada sesosok gadis yang berjalan di hadapanya sekilas gadis itu membuang senyum manis untuknya, gadis yang membuat dia mabuk kebayang, gadis yang pesonanya memalingkan duania Afdal, gadis yang mengalahkan cintanya terhadap buku, ya dia Eny sang Poejaan hati teman sekelasnya yang di taksir saat masuk kampus dua tahun lalu, dan selama dua tahun itu dia memendam rasa. Rasa yang kini ingin meledak dan menghancurkan dadanya.
            Seluruh adrenalinya naik, peluh dingin membasahi tubuhnya, jantungnya bedetak cepat, gawat Afdal mulai salting, dia gugup setengah mati, mencoba mengumpulkan keberaniannya, namun gagal, keberaniannya masih belum cukup. Dia mencoba lagi mengumpulkan sisa-sisa keberanian itu dan. . .!!! berkata.
“EE.E.E.E.E.E.E.E.N“ mulutnya tergagap tak sanggup melanjutkannya, sementar Eny telah masuk ke kelasnya, Afdal semakin down dan kalah, menyerah sebelum berjuang habis-habisan. Dia makin putus asa.
            Kembali jemarinya menari-nari diatas tuts laptopnya, melanjutkan bacaanya tentang teori tiga kata.


Asumsi Dasar
ü  Setiap manusia pasti jatuh cinta.
ü  Katakan cinta, karena kata adalah tali pengikat hati.
ü  Katakana dengan tulus
ü  Katakana dengan tiga kata sederhana yang sacral. katakanlah
Ø  “I LOVE U” (ingris)
Ø  “Wo Ai Ni” (China)
Ø  “Ich Liebe Dich” (Jerman)
Ø  “Dangsinul Saranghee yo” (Korea)


      Setelah membaca asumsis dasar teori itu Afdal kembali berpacu, berusaha meraih kembali keberanian dan kepercayaan dirinya. Tekadnya membaja, hari ini dia akan tuntaskan rasa yang bergelora dihatinya. Segera dia matikan laptopnya dan masuk ke dalam kelas dimana Eny berada.
            Dengan penuh percaya diri dia mendekati Eny yang sedang duduk dikursinya, sekilas seisi kelas yang melihat fenomena yang ganji ini Nampak  melonggo, Afdal yang di kenal sebagai Mahasiswa cinta buku ini mungkinkah dia mencintai perempuan mereka sabar menantikan apa yang akan di katakana Afdal, sang kutu buku hari ini akan menorehkan sejarah dalam jurnalnya.
            Hening
            Tiga puluh detik berlalu.
            Hening
            Satu menit berlalu.
            Masih juga Hening
            Eny yang mulai merasa muak dengan tingkah Afdal ini membuka pembicaraan.
            “Al mau ngomong apa sih, ko diam saja”
Afdal makin panic, makin tak terkendali dan makin janggung. Sementara itu Eny menunggu kata apa yang keluar dari mulut Al.
            “tadi mau bilang apa yah lupaaaa”
Eny tersenyum dan membatin “cowo bodoh”. Dan berkata.
            “Mau bilang teori. .???”
“Hemmmmm. . .bukan, hari ini tidak ada teori, hari ini tidak ada buku, hari ini tidak ada pendapat para pakar dan filsuf, tapi hari ini hanya ada pendapat saya tentang kamu” (Terdiam)
“I just wanna say I Love U”
            Gerrrrrrrr. . .ruangan menjadi riuh, fenomena langkah ini sampai di abadikan dengan merekamnya segala.teriak “terima, terima, terima”menggema.
Afdal melanjutkan “itu yang Al rasakan ke Eny, selebihnya terserah Eny mau bilang apa, Yang penting tidak ada beban dalam hati memendam rasa ini”
Eny hanya tersenyum melihat Al ysng akhirnysa katakana cinta juga padanya.
“mau tau tanggapan Eny, sorry Al. .Eny sudah ada cowo, kita berteman adja yah”jawab Eny simple penuh makna.
Al terdiam dan menghela nafas panjang “its Oke kita berteman” sambil mengulurkan jari kelingkingnya, mereka pun alhirnya menutup pembicaraan itu dengan jari kelingking.
Pikiran Al kacau, hari ini dia katakana cinta ke seorang cewe dan cewe tersebut sudah punya cowo, benar-benar langit telah runtuh menimpa kepalanya, entah harus dimana menyembunyikan mukanya. Dia tidak mau melakukan aksi-aksi bodoh yang merugikan diri nya, ogah, , ,dia mau mati karena seorang perempuan. Dia memutuskan untuk membuka Laptopnya dAn membaca ulang Teori Tiga kata. Dan menemukan
Tiga kata juga termasuk
“Kasihan deh Loe”
Sambil mengelengkan kepala Afdal tersenyum Puas. . .Wkwkwkwkwkwkwkwkwk.
“Dasar Si Risno” katanya menutup.